Senin, 21 Desember 2020

pilkada Makassar telah usai dengan suara terbanyak paslon nomor urut 01 danny pomanto- fatmawati

 makassar (12/2020) Pilkada Makassar 2020 telah selesai digelar dengan kemenangan pasangan nomor urut 01. ketua PPS kelurahan Borong Kec. Manggala Ramluddin, mengucapkan rasa terima kasih atas kerjasama KPPS, PPS serta sekretariat dan PPK dalam pelaksanaan pilkada yang berlangsung aman dan tertib dengan protokol covid-19 di wilayah kelurahan Borong kota Makassar.

ditengah keterbatasan fisik, ketua PPS Kel. BORONG tetap memantau dan menghimbau pentingnya Netralitas petugas KPPS melalui WA grup yg di share, sebagai bahan perhatian.
.

Selasa, 12 Oktober 2010

Wah...nak OSIS SMK Kep Harapan Bhakti lagi memberi hukuman disiplin

Beginilah suasana ujian semesteran

Korban Orientasi Siswa Baru

main Volly Ball

Nih....lagi unjuk kekuatan....Senam ala perawat

nih panitia Orientasi siswa lagi ......

lagi begaya....mo di shoot

Ujian praktek di RS Bhayangkara Mappaoudang

salah satu peserta ujian siswa SMK Keperawatan Harapan Bhakti
di RS Bhayangkara Makassar


Ni...anak SMK Keperawatan Gunung Sari

Gedung SMK Keperawatan Sawerigading

Kerja Bhakti Pegawai 

Dokter Eny Murtini,M.Kes lagi meriksa pasien Manula?

Tenaga kesling lagi asyik diskusi

mobil Puskesmas keliling siap On the road

Bapak Walikota Makassar Ir.H.Ilham Arif Sirajuddin,MM beserta ibu menghadiri penerimaan
sertifikat ISO 

Perpustakaan keliling Kota Makassar mampir di Puskesmas Batua

Ruang Pencegahan Penangulangan Penyakit

Lagi ngikuti Musrembang Tingkat Kecamatan


Sabtu, 09 Oktober 2010

Kesehatan adalah Kebutuhan

Ketika seorang sakit, hal yang mendasar jadi pemikiran adalah bagaimana agar supaya dapat bebas dari penyakit yang diderita. Segala macam upaya dapat dilakukan seseorang agar apa yang dirasakan dan dialami dapat kembali seperti sedia kala ketika masih sehat. Penyakit memang bisa timbul karena ketidakseimbangan antara beberapa unsur yang saling terkait. Faktor daya tahan tubuh, faktor lingkungan, faktor internal berupa unsur psikhis serta perilaku dapat merupakan pintu timbulnya masalah kesehatan. Manusia sebagai mahluk yang berpikir akan mencari solusi terbaik agar masalah yang dialami dapat terselesaikan dengan baik. Mencari tempat layanan kesehatan adalah merupakan suatu yang menjadi fokus pemikiran dengan melihat fasilitas layanan, kemampuan SDM pemberi layanan, serta kemudahan akses.
Kebutuhan ini layaknya menjadi perhatian bagi pemberi pelayanan kesehatan. Orang datang untuk mendapatkan pelayanan yang terbaik. Harapan selalu ada ketika bersentuhan dengan unit pelayanan kesehatan. Gambaran bahwa pelayanan yang didapatkan adalah layanan prima membawa seseorang menentukan unit layanan yang dibutuhkannya. Sayangnya kenyataan ini kadang tidak didapatkan, pelayanan yang diterima berbeda dengan apa yang dibayangkan inilah yang menjadi permasalahn kita pada unit pelayanan kesehatan. 
Masalah kepuasan pasien harus menjadi pertimbangan bagi pemberi pelayanan kesehatan. Tetapi tidak boleh dinafikan bahwa kebutuhan pemberi layanan kesehatan dalam hal ini komponen profesi pemberi layanan perlu juga mendapatkan perhatian sehingga timbul keseimbangan antara harapan klien (pasien) dengan pemberi layanan. Kondisi sarana prasarana perlu ditingkatkan sesuai kebutuhan sehingga perlu perencanaan yang matang dari penentu kebijakan. Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi berdampak pada peningkatan kebutuhan akan teknologi yang mutakhir di bidang kesehatan mulai dari unsur administrasi sampai dengan alat dan sarana pelayanan. Kapan kita bisa mencapai keadaan  " Indonesia Sehat" jangan bermimpi di tahun 2010, masih banyak yang perlu dibereskan. Departemen kesehatan harus memposisikan SDM sesuai kompetensi yang dimiliki mulai dari pusat sampai daerah sehingga Departemen Kesehatan tidak lagi dianekdotkan sebagai Departemen Kedokteran. Peningkatan sarana serta SDM mulai dari Puskesmas sampai dengan rumah sakit rujukan serta kemudahan akses bagi user layanan kesehatan. Upaya Promotif, preventif bukan hanya slogan tetapi semua komponen pemberi layanan kesehatan harus ditanamkan mindset bahwa yang terpenting adalah upaya menjaga dan mempertahankan status kesehatan, upaya kuratif dan rehabilitatif tetap dilaksanakan sesuai kondisi yang dibutuhkan masyarakat. 
Kesehatan sebagai kebutuhan dasar manusia juga menjadi komoditas politik. Janji-janji politikus tentang kesehatan perlu dipikirkan secara matang karena menyangkut banyak hal. Padahal memang salah satu kewajiban negara adalah melindungi segenap warga negara termasuk masalah kesehatan. Semoga janji-janji yang dilontarkan dapat direalisasikan bukan sekedar kata-kata manis yang ditebarkan di telinga. Bravo !!!!! 
   

KONSEP KEPERAWATAN GAWAT DARURAT



Karakteristik Pelayanan Keperawatan Di Unit Gawat Darurat
¨      Kondisi kegawatan seringkali tidak terprediksi: kondisi klien, jumlah klien dan klg yang datang
¨      Kecemasan tinggi/panik dari klien dan keluarga
¨      Keterbatasan sumber daya dan waktu
¨      Pengkajian, diagnosis, dan tindakan keperawatan diberikan untuk seluruh usia, dengan data dasar yang sangat terbatas
¨      Jenis tindakan yang diberikan: tindakan yang memerlukan kecepatan dan ketepatan yang tinggi
¨      Adanya saling ketergantungan yang tinggi antara profesi kesehatan yang bekerja di ruang gawat darurat

Prinsip Umum Asuhan Keperawatan
qMenerapkan prinsip universal precaution dan asuhan yang aman untuk klien
qCepat dan tepat
qTindakan keperawatan diberikan untuk mengatasi masalah fisik dan psikososial klien.
qMonitoring kondisi klien
qPenjelasan dan pendidikan kesehatan
q Asuhan diberikan menyeluruh (triase, proses resusitasi, stabilisasi,  kematian, dan   penanganan  bencana)
qSistem dokumentasi dapat digunakan secara mudah, cepat dan tepat
qAspek etik dan legal keperawatan perlu dijaga

Pelayanan Kesehatan Multidisiplin
¨      Dokter
¨      Perawat
¨      Ahli rotgen
¨      Petugas Laboratorium
¨      Petugas ambulans
¨      Petugas pembinaan mental
¨      dan lainnya.

Alur Pelayanan Pasien Di Unit Gawat Darurat
¨      Sistem yang terganggu: di triase keluhan utama pasien dikaji, lalu  ditetapkan organ yang mungkin terganggu dan asal gangguannya (misalnya; bedah, penyakit dalam, kebidanan).
¨      Tingkat kegawatan yang diderita : di triase tingkat kegawatan pasien ditentukan (gawat darurat/darurat tidak gawat/gawat tidak darurat/tidak gawat & tidak darurat) 
¨      TRIASE
Tujuan:
         Menjaga alur klien di IGD
         Menetapkan derajat kegawatan klien

Klasifikasi (Kode/Warna)
Merah   à GD  
Kuning  à Darurat tidak gawat
Hijau    à Tidak gawat dan tidak daurat
Hitam   à death on arrival
         Memberikan tindakan yang cepat dan tepat
         Meningkatkan kualitas pelayanan

Tindakan Tambahan Di Triase
-          memberikan informasi untuk pasien dan keluarga yang datang,
-          memberikan petunjuk kesehatan,
-          menunjukkan arah, 
-          menerima telpon, dan komunikasi.

-          perawat triase harus perawat yang berpengetahuan, berpengalaman, dan memiliki kemampuan pengkajian cepat (rapid assessment) untuk menentukan tingkatan kegawatan klien 

Bagan Profil Puskesmas Batua

DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR
SAMBUTAN KEPALA PUSKESMAS BATUA
DAFTAR ISI
DAFTAR LAMPIRAN
BAB I : PENDAHULUAN
BAB II : GAMBARAN UMUM DAN PERILAKU PENDUDUK
A. Keadaan Penduduk
B. Keadaan Ekonomi
C. Keadaan Pendidikan
D. Keadaan Lingkungan
E. Keadaan Perilaku Masyarakat
BAB III : SITUASI DERAJAT KESEHATAN
A. Mortalitas
B. Morbiditas
C. Status Gizi
BAB IV : SITUASI UPAYA KESEHATAN
A. Pelayanan Kesehatan Dasar
B. Pelayanan Kesehatan Rujukan dan Penunjang
C. Pengendalian Penyakit Menular
D. Pembinaan Kesehatan Lingkungan dan Sanitasi Dasar
E. Perbaikan Gizi Masyarakat
F. Pelayanan Kefarmasian dan Alat Kesehatan
G. Pelayanan Kesehatan dalam Situasi Bencana
BAB V : SITUASI SUMBER DAYA KESEHATAN
A. Sarana Kesehatan
B. Tenaga Kesehatan
C. Pembiayaan Kesehatan

BAB VI : PENUTUP
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN

Puskesmas Batua Selayang Pandang

Puskesmas Batua sesuai dengan Undang-Undang No.9 Tahun 1960 tentang Pokok-Pokok Kesehatan (lembaran Negara tahun 1960 no. 131 tambahan lembaran negara no 2068 sebagai Puskesmas Pendukung Inpres No.4 tahun 1976-1977 dengan wilayah kerja mencakup : disebut Puskesmas Panakkukang

1. kelurahan Tello Baru
2. Kelurahan Panaikang
3. kelurahan Antang
4. Kelurahan Tamangapa
5. Kelurahan Karuwisi

Peralihan nama Puskesmas Panakkukang menjadi Puskesmas Batua pada bulan 1 November 1987 didasarkan upaya peningkatan Puskesmas sekotamadya Ujung Pandang dari 13 Puskesmas Menjadi 27 Puskesmas.

20 Juni 1992 ; Keputusan Walikota Madya Kepala Daerha Tk II Ujung Pandang No 1551/1992 tentang Penetapan Armada dan wilayah kerja Puskesmas dan Puskesmas Pembantu dalam wilayah kota madya daerah tingkat II Ujung Pandang. Dari 27 Puskesmas menjadi 31 Puskesmas hingga Puskesmas Batua membawahi kelurahan Tello Baru.

Pemekaran wilayah kelurahan di Kota Makassar yang mana ditetapkan beberapa Puskesmas pembantu ditetapkan sebagai Puskesmas sehingga wilayah kerja Puskesmas Batua menjadi 4 kelurahan yaitu :
1. kelurahan Batua kec. Manggala
2. kelurahan Borong kec Manggala
3. kelurahan Paropo kec Panakkukang
4. kelurahan Tello Baru kec Panakkukang



Puskesmas Batua
Letak : Jl. Abdullah Dg.Sirua No.338
Kelurahan Batua, Kecamatan Manggala Kota Makassar Propinsi Sulawesi Selatan
Wilayah Kerja :
1. Kelurahan Batua Kec.Manggala : 11 RW
2. Kelurahan Borong Kec. Manggala : 11 RW
3. Kelurahan Tello Baru Kec Panakkukang : 11 RW
4. Kelurahan Paropo Kec. Panakkukang : 10 RW
Visi
Menjadi Puskesmas dengan pelayanan terbaik di Makassar
Misi :
1. meningkatkan sarana prasarana
2. meningkatkan profesionalisme sumber daya manusia dalam pelaksanaan pelayanan kesehatan secara berkelanjutan
3. mengembangkan jenis pelayanan dan mutu pelayanan kesehatan
4. meningkatkan sistem informasi dan manajemen puskesmas
5. mengembangkan kemitraan
6. meningkatkan kemandirian masyarakat
Nilai-nilai organisasi
SEGAR
Senyum, merupakan modal dalam memberi pelayanan
Efektif dengan pelayanan tepat guna, berdaya guna , berhasil
Gerakan, adalah upaya cepat tindak dalam pemberian pelayanan kes masy
Amal merupakan bentuk kerelaan hati petugas dalam memberi pelayanan
Ramah adalah sikap yang tertanam dalam jiwa petugas kesehatan

Sarana prasarana
 Gedung poliklinik : 1 unit
 Gedung kantor : 1 unit
 Gedung Rawat Inap/RB : 1 unit
 Ruang Obat : 1 unit
 Rumah dinas : 3 unit
 Pustu : 1 unit
 Poskesdes : 1 unit
 Mobil Puskel : 1 unit
 Kendaraan roda dua : 3 unit
 Telepon : 493808
 Air : PDAM + sumur
 Listrik
Program upaya kesehatan